Pengalaman menyedihkan saat kucing kesayangan terserang virus panleu dengan peluang selamat hanya 20% membuatku menyadari betapa pentingnya vaksin dan perlunya kehati - hatian untuk memutuskan membawa masuk kucing baru kedalam rumah. Karena kemalasanku dan ketidak tahuanku pentingnya vaksin bagi kucing membuatku selalu menunda - nunda untuk memvaksin kucingku (kucing persia) sehingga dia tidak memiliki kekuatan atau daya tahan tubuh yang baik dalam menangkal virus panleu yang datang, sehingga pada saat kucing liar (kucing kampung) yang datang kerumahku dengan kondisi yang cukup buruk dan ternyata dia membawa virus panleu karena saat datang ke rumah kucing kampung yang aku selamatkan sampai tidak kuat mengangkat kepalanya untuk makan. Efeknya memang tidak langsung. butuh waktu kisaran 2minggu saat kucing kampung itu sehat dan kembali lincah, justru kucingku yang belum aku vaksi sakit terkena virus panleu.
Virus Panleukopenia adalah virus yang menyerang kucing, baik kucing yang liar maupun kucing peliharaan. Virus panleu merupakan salah satu virus terganas yang dapat membunuh kucing, dengan peluang selamat hanya dibawah 20%. Virus panlue menyerang saluran penceraan pada kucing, dan menurunkan jumlah sel darah merah sehingga melemahkan sistem kekebalan pada tubuh kucing.
Lebih menyedihkannya lagi virus panleu dapat menular ke kucing yang lainnya. Selain berjuang melawan virus panleu aku harus berjuang menjaga keselamatan dua kucingku yang lainnya.Awalnya kucingku tampak lemas dan tidak aktif seperti biasanya, terdapat garis hitam di sekitar mulutnya serta tercium aroma yang tidak sedap. Karena takut terjadi apa - apa langsungku bawa kucingku ke dokter hewan terdekat, saat diperiksa dokter langsung menyarankan untuk cek darah, karena salah satu ciri kucing terkena virus panleu adalah sering mengeluarkan air liur yang di akibatkan dari seriawan atau luka di rongga mulutnya, itulah sebabnya kucing kalau terkena virus panleu susah disuruh makan, tapi syukurnya kucingku belum sampai ke tahap itu. walau kucingku tidak terlihat tidak begitu buruk karena belum sampai diare, muntah, susah makan dan lemas sekali namun dokter tetap memvonis peluang hidupnya cuma 20%.
Aku tidak mau larut dalam kesedihan walau kucingku harus mati setidaknya dia mati dengan perjuanganku yang maksimal untuk menyelamatkan dia, setiap hari aku harus membawa dia kedokter untuk diberi obat karena kucingku yang ini susah diminumin obat dan aku tidak mau dia dirawat inap di klinik, apapun yang terjadi kucingku harus aku rawat sendiri. walau peluang selamat hanya 20% tapi dokter berpesan yang terpenting dalam perjuangan menyelamatkan kucing yang terkena virus panleu adalah meningkatkan daya tahan tubuh kucing supaya daya tahan tubuh kucing dapat melawan virus panleu, selain itu pemberian kasih sayang aku rasa sangat dibutuhkan juga oleh si kucing.
Melawan virus panleu
Hal yang aku lakukan dan aku berikan untuk kucingku supaya meningkatkan daya tahan tubuhnya adalah:
- Memberi makan royal recovery yang basah, karena lebih lembut dan lebih baik buat pencernaan, karena virus paleu menyerang penceraan sehingga bisa membuat kucing diare. Memberi kucing makan saat sakit tidak semudah memberika kucing makan yang sedang sehat, karena nafsu makan sikucing sedang menurun, jadi harus telaten menyapin, dan minimal setia satu jam sekali aku memaksa kucingku makan walau cuma sedikit yang penting sering.
- Memberi madu sehari 3x dengan suntikan (tanpa jarum) kecil langsung ke mulutnya. madu yang aku gunakan adalah madu TJ
- Virgin Coconut Oil atau VCO yang bisa didapat di apotek dengan harga kisaran 50 ribu, ku suapin sehari 3x, setiap minum satu suntikan kecil tetap tanda jarum ya suntikannya.
- Becombion yang berupa sirup juga aku berikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kucingku, untuk yang ini aku berikan sehari satu kali. Ukuranya sama dengan madu dan VCO satu kali suntikan kecil, karena dengan menggunakan suntikan akan memudahkan kita memberi makan maupun minun kepada kucing yang sedang susah untuk diperintahkan makan maupun minum, apalagi yang aku berikan sesuatu yang tidak biasa dia konsumsi.
- Terakhir adalah obat anti virus yang diberikan dari dokter.
- Hal terutama dalam menghadapi dan melawan virus panleu adalah perhatian dan kasih sayang yang harus kita berikan kepada kucing kita, supaya kucing kita semakin memiliki kekuatan dalam melawan virus panleu dan semakin cepat meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Apa yang aku berikan dan aku lakukan akhirnya memberi hasil yang sangat baik, makin hari kucingku makin baik, kucingku tidak sempat mengalami diare maupun muntah - muntah, pada hari ketiga dia sudah buang air besar dengan baik (keras). Hari berikutmya kucingku sudah mau makan sendiri, memang bukan hal yang mudah dalam melawan virus panleu, aku dan suami harus bergantian berjaga begadangan malam hari karena setiap jam harus memberi kucing kami makan dan minum. Pada hari kelima obat dari dokter sudah habis dan dokter memberi pernyataan bahwa kucing kami sembuh dari virus panleu, akhirnya perjuanganku tidak sia - sia peluang yang hanya 20% bisa aku lawan.
Oh ya hal yang lain aku lakukan adalah menjaga agar dua kucingku yang lain jangan sampai tertular virus panleu juga, aku masukan kucingku yang sakit ke dalam kamar dan dua kucing yang lain bebas diluar. Saat aku akan mengendong atau berinteraksi dengan kucingku yang sehat aku harus mengganti baju dan mencuci tangan dengan sabun cuci tangan, kucing yang sehat dengan yang sakit sama sekali tidak boleh bernteraksi. Setiap pagi aku membersihkan lantai dengan bayclin, merendam kotak tempat buang air dengan bayclin baik dari kucing sehat maupun kucing sakit.



